Orientasi Komunikasi Politik

Ketika seseorang yang memiliki kemampuan dalam komunikasi, maka dia dapat membuat suatu isi pesan menjadi bermakna dan dapat mengubah persepsi orang lain. Kecenderungan ini menjadi domain yang terjadi dalam iklim politik saat ini di Indonesia.

Orientasi dari lembaga bernuansa politik lebih sering bermain dalma wacana pragmatis dan hanya untuk mencapai kekuasaan secara majemuk dan terorganisir untuk kepentingan satu atau beberapa golongan. rientasi saat ini cenderung mengarah pada kekuasaan dan popularitas. Baik dari kader-kader politik berbicara tidak dari segala sudut kepentingan masyarakat seutuhnya, sedangkan dari pengamat politiknya  lebih pada untuk menambah nilai jual pada dirinya, dan berharap bisa mendapat kedudukan yang lebih baik dari sebuah partai atau organisasi besar yang lebih menguntungkan. Dengan gaya sindiran dan komunikasi non verbalnya. Tapi tidak semuanya pengamat politik memiliki kognitif seperti ini. Masih ada yang tidak menjual dirinya demi kepentingan politik sang promotor.

Komunikasi politik pun menjadi sulit menilai suatu kebenaran berdasarkan nilai-nilai yang semestinya dijaga dari sebuah isi pesan komunikasi politik yang dibaca dan didengar oleh masyarakat luas.

by: Lafif Thoyibie