Pentingnya Komunikasi Karyawan Khusus

Empat realitas komunikasi karyawan menjadikannya sebagai sesuatu yang sangat penting bagi keberhasilan organisasi. Pertama, karyawan menginginkan informasi tentang perusahaan nereka dan mereka sangat mengharapkan informasi tersebut, khususnya dari pemimpin mereka. Kedua, ada kaitan antara komunikasi terbuka dan kepuasan manajer dengan peran mereka. Sebuah penelitian oleh Institute of Excellence in Employee Management Communications melaporkan bahwa, “lebih dari 90% manajer merasa mereka yang memiliki kemampuan menawarkan ide dan mempertanyakan keputusan pihak manajemen, juga merasa sangat puas terlibat dalam pekerjaan mereka”. Ketiga, komunikasi dua arah yang efektif merupakan kunci dalam membicarakan tantangan bisnis yang baru karena para karyawan semakin percaya diri bahwa mereka dapat membantu memajukan bisnis mereka. Keempat,  komunikasi karyawan sangat penting dalam memelihara pengalaman konsumen yang baik. Menurut  Bill Margaritis, wakil presiden senior dari perusahaan komunikasi FedEx, para karyawan  dapat berperan  menyampaikan merk perusahaan.

Kami ingin karyawan kami tahu apa makna  lambang merk dagang kami, termasuk mengenali visi dan nilai-nilai perusahaan. Dengan demikian, ketika kami membuat beberapa akuisisi dan karyawan baru mulai memakai baju seragam FedEx serta menjual jasa FedEx, sangat penting bagi kami untuk memastikan bahwa mereka memahami nilai budaya perusahaan dan nilai dari merk perusahaan. Kami tidak ingin menciptakan jarak antara apa yang kami janjikan dengan apa yang kami berikan.

Komunikasi karyawan telah menjadi spesialisai public relations yang khusus, melibatkan program komunikasi yang tanpa henti, berkomunikasi dengan organisasi buruh dalam situasi tawar-menawar dan mogok kerja, serta menerangkan keuntungan yang diperoleh karyawan. Komunikasi karyawan memiliki teori dan praktiknya sendiri, termasuk media spesialisasi terkontrol.

Sumber buku :

(  Public Relations Profesi dan Praktik, Dan Lattimore, Otis Baskin, Suzette T.Heiman, Elizabeth L.Toth. hal. 237 )