Teori Situasional
Grunigg dan Repper setuju bahwa merupakan langkah awal yang baik untuk menggunakan konsep stakeholder sebagai cara menjelaskan hubungan [relationship]. Namun demikian, mereka menyimpulkan bahwa tidak semua orang dalam kelompok stakeholder yang akan sama-sama senang berkomunikasi dengan organisasi. Mereka berpendapat bahwa pekerja public relations akan lebih mampu mengelola komunikasi secara efektif dengan cara mengidentifikasi publik spesifik dalam kelompok stekeholder tersebut.
Publik ini adalah subkelompok yang kurang lebih aktif dalam perilaku komunikasi mereka. Sebagai contoh dari stekeholder publik ini adalah pemilih aktif dalam kelompok yang lebih luas dari semua pemilih terdaftar. Para kandidat yang akan bertarung dalam pemilu sebaiknya fokus menggarap dan berkomunikasi dengan para pemilih aktif ini karena besar kemungkinan mereka benar-benar akan mendatangi tempat pemungutan suara pada hari pencontrengan. Grunigg dan Hunt mengusulkan apa yang mereka sebut dengan teori situasional publik untuk memberi kita informasi yang lebih spesifik tentang kebutuhan informasi mereka. Grunigg dan Hunt berteori bahwa publik meliputi mereka yang secara aktif mencari dan memproses informasi tentang organisai atau satu isu yang menarik mereka, sampai pada mereka yang menerima informasi secara pasif.
Menurut dua peneliti ini, ada tiga variabel yang berpengaruh ketika publik menerima dan memproses informasi yang terkait sebuah isu; pengenalan masalah, pengenalan kendala, dan tingkat keterlibatan. Kuncinya adalah publik itu bersifat situasional. Maksudnya, ketika situasi, problem, peluang, atau isu berubah, publik pun ikut berubah.
- Pengenalan Masalah
Publik yang berhadapan dengan sebuah isu, pertama kali harus menyadari dan mengenali potensi dampaknya terhadap mereka. Sebagai contoh, orang tua yang memiliki anak usia sekolah akan lebih peduli dengan isu terkait fasilitas sekolah yang kurang bagus ketimbang isu tentang regulasi untuk pembayar pajak yang tidak memiliki anak.
- Pengenalan Kendala
Variabel ini menjelaskan bagaimana publik memersepsi kendala yang mungkin mereka temui saat mencari solusi terhadap sebuah masalah. Jika mereka yakin bahwa mereka memiliki kemampuan dalam memengaruhi sebuah isu, maka mereka cenderung akan mencari dan memproses isu tersebut. Coba pikirkan lagi tentang orang tua dengan anak-anak usia sekolah tadi. Mereka lebih memiliki akses kepada pembuat keputusan sekolah karena mereka lebih memiliki kontak dengan kepala sekolah, guru, dan administrator sekolah dibandingkan dengan para wajib pajak tanpa anak.
- Tingkat Keterlibatan
Variabel ini mengacu kepada seberapa jauh seorang individu peduli dengan sebuah isu. Mereka yang sangat peduli mungkin akan menjadi komunikator aktif terkait isu tersebut. Sebaliknya, mereka yang tidak terlalu peduli mungkin akan pasif dalam mencari dan memproses informasi. Menurut kami, mereka yang langsung melihat masalah kurangnya standar fasilitas sekolah akan menjadi lebih peduli daripada mereka yang tidak melihat langsung.
Dengan menggunakan tiga variabel ini, Grunig dan Hunt menjelaskan empat respons yang mengikuti sebuah isu, mulai dari yang tinggi sampai yang rendah dalam dimensi ini. Sebagai contoh, publik dengan pengenalan masalah tinggi, pengenalan kendala yang rendah, dan tingkat keterlibatan yang tinggi dengan isu, akan lebih mungkin terlibat secara aktif dalam mengomunikasikan isu tersebut. Teori situasional juga membantu menjelaskan mengapa sekelompok orang aktif pada isu tersebut, yang lainnya aktif dalam banyak isu, sementara yang lagi bersikap apatis. Hubungan spesifik ditentukan oleh kelompok ini ( aktif,pasif ) dan bagaimana sebuah organisasi terhubung dengan isu itu. Orang-orang public relations dapat merencanakan strategi komunikasi mereka dengan lebih akurat jika mereka tahu seberapa aktif stakeholder publik mereka dalam mencari informasi.
Publik bagi saya adalah suatu yang sifatnya sulit ditebal tetapi bisa kita pelajari sehingga menemukan karakter-karakter tersebut. Publik saat ini sifatnya juga kritis atas isu-isu yang saat ini berkembang. Publik akan cepat merespon dan memberikan tindakan atas respon tersebut. Teori ini memberi kita pelajaran untuk mengenal isu yang tepat yang diberikan terhadap publiknya.
Sumber Buku : ( Public Relations Profesi dan Praktik, Dan Lattimore, Otis Baskin, Suzette T.Heiman, Elizabeth L.Toth. Hal. 53-55 )





anggun
on January 25th, 2012
penelitian saya ini lebih cocok pake teori mana iaa k?
strategi PR dalam implementasi CSR…help me..