Teori Persuasi dan Pengaruh Sosial

Orang – orang public relations mencoba membujuk audiensi untuk mempelajari sebuah informasi baru, mengubah emosi, atau untuk bertindak sedemikian rupa. Sebagaimana Miller dan Levine mengatakan ,”Pada tingkat minimal, sebuah usaha persuasif menghasilkan beberapa perubahan dalam aspek kognitif,afektif dan perilaku target audiensi “. Kami menggunakan istilah beikut dalam berbicara tentang persuasi.

  • Kesadaran [awarenes]: menerima informasi pertama kali.
  • Sikap [attitudes]: kecenderungan untuk  suka atau tidak terhadap sesuatu.
  • Keyakinan [beliefs]: penilaian tentang benar atau salahnya sesuatu.
  • Perilaku [behavior]: sebuah aksi yang bisa diamati.

Terkadang, kita bahkan tidak tahu bahwa kita sedang dipengaruhi. Coba pikirkan kegiatan kita sehari-hari, seperti pergi ke bank. Ketika Anda memasuki bank, ada kartu dan brosur yang menjelaskan bagaimana membuka rekening atau layanan lainnya di mana bank mengatakan bahwa mereka akan mengamankan uang Anda. Di sana juga tersedia kopi dan popcorn gratis. Dengan setiap “sentuhan” halus ini, pekerja public relations bank sesungguhnya sedang berusaha mengubah kesadaran Anda, sikap, keyakinan, dan perilaku Anda [lihat Sekilas Kasus 3.1 untuk contoh lain penggunaan istilah ini].

Beberapa faktor akan memengaruhi bagaimana perjalanan sebuah pesan atau aksi persuasif yang dilakukan oleh seorang public relations. Di antara faktor itu adalah sumber pesan, pesan itu sendiri, dan penerima pesan. Tidak mengejutkan jika para peneliti menemukan bahwa semakin kredibel dan semakin dipercaya sunber sebuah pesan, maka akan semakin mungkin kita akan menerima pesan itu. Penelitian tentang  pesan efektif memandang karakteristik seperti intensitas bahasa yang digunakan, kejelasan pesan, serta kualitas dan kuantitas bukti dari pesan yang disampaikan. Gender, watak kepribadian, dan tingkat argumentasi penerima pesan juga akan berdampak pada pesan persuasif.

Menurut saya pesan yang memiliki nilai bermutu dan terpercaya akan memberikan tanggapan cepat dibandingan pesan yang tidak memiliki kualitas. Pesan yang dikemas oleh komunikator yang sudah sesuai dengan tujuannya maka komunikan yang dituju pun dapat memahami dan dapat dipengaruhi atas pesan tersebut.

Sumber Buku :

( Public Relations Profesi dan Praktik, Dan Lattimore, Otis Baskin, Suzette T.Heiman,  Elizabeth L.Toth. Hal. 55)