Resiko Corporate blogs

Selain memberikan benefit yang positif terhadap perusahaan corporate blogging juga mempunyai resiko yang mesti di ketahui oleh korporasi apabila ingin mempergunkan corporate blogging sebagai media public relations.

Adapun resiko atau bahaya yang perlu di ketahui coba saya uraikan pada tulisan saya di bawah ini :

  1. Komentar Negatif. Perusahaan seringkali sangat sensitif terhadap kritik,terutama jika muncul dalam format yang tidak diinginkan. Komentar Negatif. Perusahaan seringkali sangat sensitif terhadap kritik,terutama jika muncul dalam format yang tidak diinginkan. Komentar negatif bisa di imbangi dengan konsistensi dankomentar yang jelas dan kebijakan yang di moderasi. Sebagian besar pembaca cenderung lebih percaya terhadap situs yang meliputi informasi positif maupun negatif. Jika komentar yang negatif muncul banyak, perusahaan mungkin ingin menggunakan blog untuk menangani keluhan.
  2. Kehilangan kontrol terhadap pesan. Dalam kebanyakan perusahaan, proses untuk pemeriksaan terhadap pernyataan publik dan pemasaran atau pesan – pesan public relations di kendalikan. Blog sedikit berbeda, dan manager melihat ini sebagai resiko. Tentu saja, orang mungkin sudah bisa bicara baik di luar perusahaan dan beberapa perusahaan akan mendapat manfaat dengan
    memiliki kesempatan untuk mendapatkan sisi lain dari cerita mereka.
  3. Kesalahpahaman Budaya Blogosphere. Blogger telah menciptakan budaya mengelompok, yang jika dilanggar dapat menyebabkan reaksi. Ini dapat dihindari dengan memahami budaya, dan terlibat didalamnya sebelum corporate blog diluncurkan.
  4. Mengabaikan, Mempunyai corporate blog dan mengabaikanya merupakan hal yang juga mengandung resiko.Waktu yang di butuhkan untuk memaintenance blog menjadi tidak signifikan.
  5. Tanpa persiapan berarti kehilangan karyawan yang menjadi senjata perusahaan, Karyawan yang dibebaskan untuk mewakili perusahaan tanpa pengetahuan dan pelatihan dalam budaya dan persyaratan perusahaan dapat menjadi risiko kerugian. Pelatihan yang ekstensif dan pedoman bagi blogger perusahaan sangat penting.
  6. Menjadi bahan kritikan. Sebagai salah satu mimpi buruk CEO perusahaan di kala mesti menuliskan blog, yang selanjutnya membuat reaksi l yang besar di lingkungan blogosphere. Semisal kasus omni batavia, yang tadinya hanya hal kecil di karenakan adanya lingkungan blogosphere maka makin terlihat bahwa hal itu memang apa yang di lakukan pihak corporasi dari omni batavia tidak hanya pimpinan dari omni melainkan sebagai omni secara overall.
  7. Kewajiban hukum. Selain dari tuntutan hukum, ada hukum itu sendiri. Perusahaan harus memastikan sebuah blog sesuai dengan semua yang berlaku baik lokal, nasional dan persyaratan asing untuk melakukan bisnis. Pengarangnya juga harus mempertimbangkan hal-hal seperti undang-undang perlindungan konsumen, kebenaran dalam ketentuan periklanan, dan hukum kekayaan intelektual (seperti plagiat).
  8. Kehilangan ladang, Banyak manager takut bahwa blog menjadi jendela terbukanya pelanggaran terhadap  privasi perusahaan dan rahasia perdagangan, yang akhirnya bsia membahayakan perusahaan.
  9. Dampak tNegatif erhadap Harga Saham. Bagaimana jika konten atau reaksi terhadap posting blog menyebabkan dampak harga saham? Ini juga kekhawatiran yang berlaku untuk sekuritas yang diperdagangkan untuk publik.
  10. Gugatan hukum,  Tuntutan pencemaran nama baik, yang mungkin akan di pergunakan oleh pesaing – pesaing perusahaan dan di jadikan hal untuk menuntut secara hukum hali ini juga perlu di khawatirkan. Hal ini menjadi bisa menjadi sasaran empuk karena dengan adanya corporate blog perusahaan bisa membuka infomasi yang ada di dalam saku mereka selama ini.Selain itu, blog harus mengikuti semua kebijakan retensi dokumen perusahaan dalam kasus ini yang disebutkan dalam fase penemuan gugatan

Apabila ada hal lain ataupun tuisan yang kurang tepat mohon agar pembaca blog saya memberikan masukan ataupun kritikan yang membangun mengenai resiko corporate blog ini .