Gaya Komunikasi Politik Anas Urbaningrum

 ANAS

Kesantunan seseorang dalam berkomunikasi, khususnya komunikasi politik kadang menjadi kesulitan ketika psikologis  tertekan dalam sebuah dinamika politik. Anas memiliki kesantunan komunikasi politik, tetapi ketika dihadapkan dengan Sang Tokoh Utama Partai Demokrat yaitu SBY, terlihat Anas memiliki noise ketika harus beretorika dalam tekanan politik.

Menurut Gabriel Almond (1960): komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik.

Komunikasi politik yang terbentuk dari Anas tidak lepas dari fungsi yang terikat dalam sistem partainya. Pengaruh retorikanya memang memberikan suatu yang unik dalam gaya kepemimpinan  dari seorang mantan Ketua Umum Partai.

Continue Reading...

Komunikasi Politik dalam Kasus Nazaruddin

Citra adalah yang timbul karena pemahaman akan suatu kenyataan. Pemahaman yang berasal dari informasi yang tidak lengkap juga akan menghasilkan citra yang tidak sempurna. Karena itu, sebelum citra terlanjur buruk, tiap organisasi harus memiliki penangkal yang dapat memberikan peringatan dini terhadap perubahan persepsi lingkungan. Sistem penangkal ini dapat dijalankan oleh public relations.

Dalam kasus ini, KPK terlihat berhati-hati dalam menjalankan komunikasi politik di tengah tekanan publik melihat kasus ini. Untuk Partai Demokrat seharusnya melihat pola mutual stakeholder dalam kasus ini. Apabila Angelina sondakh terbukti terlibat dalam kasus ini, lalu bisa saja istri dari ketua partai demokrat maka kemungkinan sosok terakhir dari target KPK adalah Sang Ketua Umum partai demokrat.

Komunikasi politik yang dibangun oleh partai demokrat dengan menguatkan semua diserahkan dalam proses hukum. Memang pernyataan tersebut aman bagi citra partai tersebut. Tetapi apakah dibalik layar terdapat kekuatan partai penguasa untuk mengatur proses hukum tersebut.

Continue Reading...

Orientasi Komunikasi Politik

Ketika seseorang yang memiliki kemampuan dalam komunikasi, maka dia dapat membuat suatu isi pesan menjadi bermakna dan dapat mengubah persepsi orang lain. Kecenderungan ini menjadi domain yang terjadi dalam iklim politik saat ini di Indonesia.

Orientasi dari lembaga bernuansa politik lebih sering bermain dalma wacana pragmatis dan hanya untuk mencapai kekuasaan secara majemuk dan terorganisir untuk kepentingan satu atau beberapa golongan. rientasi saat ini cenderung mengarah pada kekuasaan dan popularitas. Baik dari kader-kader politik berbicara tidak dari segala sudut kepentingan masyarakat seutuhnya, sedangkan dari pengamat politiknya  lebih pada untuk menambah nilai jual pada dirinya, dan berharap bisa mendapat kedudukan yang lebih baik dari sebuah partai atau organisasi besar yang lebih menguntungkan. Dengan gaya sindiran dan komunikasi non verbalnya. Tapi tidak semuanya pengamat politik memiliki kognitif seperti ini. Masih ada yang tidak menjual dirinya demi kepentingan politik sang promotor.

Komunikasi politik pun menjadi sulit menilai suatu kebenaran berdasarkan nilai-nilai yang semestinya dijaga dari sebuah isi pesan komunikasi politik yang dibaca dan didengar oleh masyarakat luas.

by: Lafif Thoyibie

Continue Reading...

Corporate 2011

 

 

 

 

 

Modul

 

Section A

 

Corporate

 

Pengertian Perusahaan

Suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa. Perusahaan terdiri dari beberapa bagian divisi yang memiliki hubungan saling keterkaitan dalam setiap proses kegiatan sehari-hari. Terdiri dari sumber daya manusia yang terbagi dari beberapa posisi seperti level :

  • Staf
  • Managerial
  • Top Manejemen
  • Eksekutif

 

Perusahaan dalam prosesnya untuk mencapai target bisnisnya harus memiliki koordinasi yang baik. Suasana perusahaan yang nyaman dan membuat bagian-bagian tersebut memiliki jiwa semangat yang memiliki tujuan sama.

Pola-pola dalam membangun sumber daya manusia dapat ditentukan dari gaya kepimpinan perusahaan, penghasilan, kenyamaan kerja, dan human relations.

Modul

 

Section B

 

Komunikasi

 

 

Pengertian Komunikasi

 

Proses penyampaian pesan serta mendengarkan pesan antara dua orang atau lebih, dengan tujuan hasil yang disampaikan sesuai dengan pengirim pesan tersebut.

Komunikasi adalah suatu hal dasar yang dilakukan oleh setiap individu. Pesan yang jelas dan sarana dalam penyampaiannya dapat mebantu kesuksesan dari proses komunikasi tersebut, Komunikasi dapat diterapkan di setiap aktivitas apapun, baik secara verbal atau pun non verbal.

Cara berkomunikasi yang baik dapat memberikan kemudahan untuk segala keperuan. Etika komunikasi dapat menjadi arahan bagi pengirim dan penerima pesan.

Praketk komunikasi tidaklah semudah dan sederhana dalam realitas, banyak faktor-faktor yang menganggu keberhasilan tersebut. Faktor –faktor tersebut, seperti:

  1. Emosi Individu
  2. Tingkat pemahaman isi pesan
  3. Suasana

 

Modul

 

Section C

 

Internal Stakeholder

 

 

Pengertian Internal Stakeholder

 

Bagian internal dari perusahaan yang memiliki nilai hubungan atau pengaruh untuk perusahaan. Stakeholder dapat bersifat individu atau kelompok.

Seringkali internal stakeholder dianggap lebih penting dibandingkan dengan ekternal  stakeholder, karena pemikiran CEO yang kurang bijak mengganggap pihak luar yang dapat memberikan profir besar, dengan bekerjasama dalam bisnis. Tetapi sebenarnya peran stakeholder turut dapat menghasilkan profit meskipun dari sisi yang berbeda.

Kebersamaan internal stakeholder tanpa ada perbedaan secara misi dan visi dapat memberikan pengaruh yang cukup besar untuk perusahaan, pengaruh tersebut adalah pengaruh positif, Perbedaan ide-ide kreativitas dari internal stakeholder adalah modal awal dalam pengembangan perusahaan tersebut. Keloyalitas akan tumbuh bila ada rasa saling menghargai antara pihak perusahaan dengan internal stakeholder. Masa depan adalah masa yang diharapkan untuk mencapai hasil lebih terbaik untuk perusahaan dari saat ini. Berbagai kegiatan keharmonisan dan semangat  untuk internal stakeholder perlu diperhatikan dengan serius oleh perusahaan.

Modul

 

Section D

 

External Stakeholder

 

 

Pengertian External Stakeholder

Kelompok- kelompok atau individu di luar perusahaan yang dapat memberikan pengaruh untuk perusahaan. Pengaruh tersebut dapat dianggap sebagai keuntungan atau kerugian untuk perusahaan.

Kategori external stakeholder dapat bervariasi,misalkan :

  1. Konsumen
  2. Publik
  3. Media massa
  4. Tokoh masyarakat
  5. Kepolisian
  6. Bank
  7. Mitra bisnis
  8. dan lain-lain

Menjaga hubungan dengan ekternal stakeholder adalah suatu hal yang sama pentingnya menjaga hubungan dengan internal stakeholder. Oleh karena itu perusahaan dapat melihat bahwa keberhasilan dapat dipengaruhi oleh berbagai pihak.

Pengaruh antara internal dan eksternal  stakeholder terhadap dapat memberikan berbagai penilaian. Jika perusahaan tidak dapat memberikan contoh gaya kepimpinan perusahaan yang bijak, penghasilan relatif layak, kenyamaan kerja, dan human relations.akan memberikan persepsi negatif dari internal stakeholder terhadap perusahaannya, biasanya setelah mereka resign maka mereka memberikan label yang negatif terhadap bekas perusahaannya dan juga tidak menutup kemungkinan mengkomunikasikan keberbagai pihak. Sehingga  nilai image perusahaan pun secara tidak langsung akan negatif. Tetapi apabila internal stakeholder dapat dibuat “HAPPY” maka akan memberikan suatu kontribusi terhadap perusahaan dan dapat membantu menaikkan profit perusahaan. Sebaiknya External stakeholder dapat selalu dianggap penting oleh perusahaan karena pengaruhnya yang dinamis. Dengan kebersamaan antara perusahaan dengan internal stakeholder bertujuan membuat “HAPPY” external stakeholder maka profit berupa financial dan citra akan menjadi investasi reputasi perusahaan. Komunikasi yang bijak adalah kunci awal dari sebuah nama” HAPPY”.

Continue Reading...

Mengugat konsep freedom of the press

Dunia pers kita sangat gandrung akan istilah freedom of the press. istilah yang lahir di ilhami oleh perkembangan pers di dunia barat.  Suatu istilah yang dikenal dalam jargon-jargon ruang publik yang dinilai “demokratis oleh negara negara barat.

Namun alih-alih ini demokratis, kebebasan yang dijargonkan dalam berbagai jargon itu entah freedom of the press ataupun free press ternyata bukanlah suatu konsep yang menyajikan jalan keluar .. ternyta jika dilihat dari prespektif wacana ilmu pengtahuan freedom of the press tidak lebih dari suatu wacana liberalisme yang ideologi kapitalist berada di belakangnya.

Sehingga idiom atau jargon ini hanya untuk menjadi suatu pemanis “barang dagangan” bagi para kapitalistmedia. Freedom of the press hanya free bagai orang orang atau kelompok atau elit yang memang menguasai kekuatan kapitalistik media .  Dan di lain fihak masyarakat publik hanyalah penumpang ruang publik yang bungkam yang tidak punya saluran bicara apalagi modal sehingga ibarat sebuah ruang mereka (publik) berada pada suatu ruang yang dinding-dindingnya tidak bisa melindungi publik itu sendiri dan hanya membuat mereka”berkeringat” dan cemas akan kehidupan mendatang . Kehidupan yang sudah pasti dipenuhi eksploitasi citra dan hasrat. Sehingga representasi kepentingan publik tersingkir oleh simulasi-simulasi demi kesenagan yang sudah tentu sangat menguntungkan bagai para kapitalist.

sources

Continue Reading...

Blog

The blog is an electronic communications powerhouse that is likely to have greater impact on business communications and corporate reputations than e-mail, instant messaging, and traditiona lmarketing-oriented websites combined.

Source:

Blog Rules by Nancy Flynn, Page 4

Continue Reading...

Komunitas Perusahaan

Kebijakan dan sasaran community relations tidak ditentukan berdasarkan prinsip-prinsip idealis. Mereka terjadi dengan melihat dan menilai kebutuhan organisasi, sumber daya, dan keahlian dalam organisasi pada satu sisi, serta kebutuhan dan harapan komunitas di sisi lainnya. Sebelum kebijakan dan sasaran yang penting dikembangkan, organisasi harus mengenal komunitasnya.

Walaupun community relations biasanya menekankan komunikasi dan organisasi ke komunitas, keberhasilan usaha ini bersandar pada pengetahuan komunikator tentang audiensinya. Setiap komunitas memiliki publiknya sendiri dan tidak ada di antara dua publik ini yang persis sama. Sebagai contoh, daerah Detroit, Michigan dihuni populasi Arab terbesar di USA. Banyak pekerja teknologi yang tinggal di San Francisco adalah orang Asia dan ada orang yang memperkirakan bahwa lebih dari 50% dari semua anak kelas satu di sistem sekolah umum Texas adalah keturunan Hispanik.

Namun, pengetahuan nyata tentang komunitas melampaui data demografis, etnik, geografis, dan ekonomi standar. “Untuk membangun komunitas, Anda harus berpartisipasi dalam komunitas tersebut”,ungkap Annie Heckenberg dari GPTMC, Perusahaan Pemasaran Wisata Philadelphia. Pihak GPTMC lebih memilih menggunakan blog yang disebut dengan “uwishunu” (you wish you know) daripada situs Web untuk mendorong pelestarian asset lokal, seperti restoran kota, kehidupan malam, seni, musik, dan kegiatan lainnya.

Program community relations yang solid harus dibangun atas jawaban dari pertanyaan seperti berikut.

1. Bagaimana struktur komunitas?

Apakah penduduknya homogen atau heterogen?

Apa bentuk kepemimpinan formal dan nonformalnya?

Apa struktur nilai yang paling berpengaruh?

Bagaimana struktur saluran komunikasinya?

2 Apa kekuatan dan kelemahan komunitas?

Apa masalah khusus yang dihadapi komunitas?

Bagaimana situasi ekonomi lokal di komunitas?

Bagaimana situasi politik lokal?

Apa saja sumber daya unik yang dimiliki komunitas (manusia, budaya, alam)?

3.   Apa yang diketahui dan dirasakan komunita tentang  organisasi?

Apakah masyarakat sekitar memahami produk, jasa, praktik, dan kebijakan organisasi?

Apa yang dirasakan komunitas tentang organisasi?

Apakah ada kesalahpahaman komunitas tentang organisasi?

Apa harapan komunitas terkait aktivitas organisasi?

Jawaban terhadap pertanyaan di atas tidak begitu saja diperoleh dengan mudah. Apalagi, jawabanya jadi berubah dari waktu ke waktu sehingga dibutuhkan pemantauan yang intens. Informasi berharga dapat diperoleh melalui beberapa cara. Laporan Sensus AS membuat informasi berharga tentang komunitas dan orang yang tinggal di sana. Banyak organisasi melakukan riset survei untuk mencari tahu pengetahuan, sikap dan persepsi komunitas. Organisasi polling professional sering dipakai dan dibayar untuk menyediakan jasa seperti ini. Hubungan dekat dengan pimpinan komunitas adalah sumber informasi yang sangat penting. Para pemimpin profesional, agama, dan persaudaraan; pemimpin politik; serta editor media, umumnya dapat dijangkau melalui keanggotaan pada organisasi lokal atau melalui pertemuan dengan tatap muka dalam berbagai kegiatan. Beberapa organisasi membuat usaha seperti itu menjadi formal dengan memasukkan pimpinan komunitas dalam gugus tugas mereka atau ke dalam komite yang berurusan dengan masalah-masalah komitenya.

Sumber buku :

(Public Relations Profesi dan Praktik, Dan Lattimore, Otis Baskin, Suzette T.Heiman, Elizabeth L.Toth. hal. 259-260 )

Continue Reading...

Segmentation Community relations

Perusahaan harus melibatkan karyawannya ketika merencanakan dan mengimplementasikan aktivitas community relations-nya. Kebutuhan komunitas lokal dan kepedulian karyawan perusahaan adalah dua kriteria paling penting dalam menentukan apa yang perlu diberi dukungan. Para karyawan ini berpartisipasi dalam kegiatan yang dipilih, membawa komitmen sosial mereka pada kehidupan, dan membuat tim duta perusahaan ke masyarakat.

Namun, sasaran secara umum saja tentu tidak cukup. Perusahaan perlu memiliki strategi rencana dengan tertulis untuk community relations ini. Rencana tersebut harus menegaskan pandangan pihak manajemen tentang kewajibannya kepada komunitas sehingga usaha-usaha yang akan dilakukan dapat terkoordinasi dan terfokus. Sasaran community relations yang spesifik harus diterangkan dengan saksama. Kegagalan dalam melakukan hal ini dapat mematikan berbagai program community relations sebelum program tersebut dimulai.

Sumber buku :

( Public Relations Profesi dan Praktik, Dan Lattimore, Otis Baskin, Suzette T.Heiman, Elizabeth L.Toth. hal. 258 )

Continue Reading...

Proses Community Relations

Akan tetapi, kejelasan dari adanya  saling berkepentingan antara organisasi dan komunitas, tidak mengimplikasikan bahwa community relations dapat dipraktikkan tanpa perencanaan dan eksekusi yang hati-hati.  Community relations yang efektif tidak terjadi begitu saja, juga bukan sebagai hasil yang tidak bisa dielakkan dari organisasi yang berjalan dengan baik dan senantiasa memikirkan kepentingan umum. Seperti semua aspek dari public relations, program community relations yang berhasil harus dibangun dalam struktur dan budaya organisasi. Community relations tidak didasarkan pada altruisme murni karena kegiatan ini memperhatikan kepentingan pribadi organisasi juga.W.J. Peak menawarkan definisi terbaik community relations yang pernah kita temukan

Seperti fungsi public relations, community relations adalah partisipasi dari lembaga yang terencana, aktif, dan terus-menerus dengan masyarakat, dalam rangka memelihara dan meningkatkan lingkungannya untuk memperoleh keuntungan, bagi lembaga maupun bagi komunitas.

Community relations yang baik adalah sebuah kemitraan yang saling menguntungkan, jauh melampaui, katakanlah, sekadar suatu donasi keuangan atau kedermawanan untuk mendanai proyek masyarakat. Idealnya, sebuah institusi akan mengumpulkan sumber dayanya—produk dan jasa yang diberikan perusahaan, relasi dengan konsumen, rekruitmen, employee relations, proses produksi, strategi pemasaran dan iklan, rancangan gedung dan fasilitas organisasi—dan menggunakan semia ini untuk mebuat komunitas menjadi lebih baik serta untuk membentuk komunikasi di tempat institusi tersebut berada. Sebagaimana dikatakan Profesor Universitas Stanford David P.Baron.

Bagi banyak perusahaan, sukses pasar tidak hanya bergantung pada produk dan jasa mereka, efisiensi organisasi mereka, organisasi internal mereka, organisasi dari rantai suplai mereka, serta distribusi saluran dan jaringan aliansi yang mereka miliki. Sukses  juga bergantung pada seberapa efektif mereka berurusan dengan pemerintah, kelompok berkepentingan, para aktivis dan publik. Kekuatan yang dihasilkan dari kelompok ini dapat menutup pintu masuk ke pasar baru, membatasi kenaikan harga, dan meningkatkan biaya persaingan. Mereka juga bisa membuka kunci pasar, mengurangi regulasi, menghalangi pesaing, dan menghasilkan persaingan yang menguntungkan. Kekuatan itu termanifestasi di luar pasar, namun sering bekerja selaras dengan mereka.

Bisa juga dikatakan bahwa community relations merupakan sikap organisasi atau keadaan pikiran organisasi daripada proses atau praktek yang spesifik. Pemilik Coca-Cola, Rob Baskin mencatat bahwa membangun hubungan dengan komunitas  merupakan “Public Relations Terbaik” dan hal tersebut merupakan “jenis pekerjaan yang tidak pernah dapat dikurangi”.

Sumber buku :

(Public Relations Profesi dan Praktik, Dan Lattimore, Otis Baskin, Suzette T.Heiman, Elizabeth L.Toth. hal. 256-258 )

Continue Reading...

Community Relations

Headline surat kabar sering memberitakan merger  global dan akuisisi, spin-offs, penawaran umum perdana (initial public offerings-IPO), pendapatan perusahaan yang lebih rendah atau lebih tinggi dari yang diharapkan. Pemasaran, teknologi, akuisisi sumber daya, dan manajemen terus meningkat sampai pada skala internasional serta pemerintah federal menjadi aspek yang paling jelas dari lingkungan operasi banyak organisasi.

Dalam lingkungan berskala luas ini, perhatian komunitas kelihatannya cenderung kecil dan bergaya lama. Namun, penampilan seperti itu bisa menipu. Seperti yang digambarkan oleh dua contoh berilkut,  warga sesungguhnya cenderung sangat perhatian dengan apa yang terjadi dalam komunitas mereka. Warga juga sangat peduli dengan  lingkungan di mana mereka tinggal dan bekerja, tempat membesarkan keluarga mereka, mendidik anak-anak mereka, serta menghabiskan sebagian besar waktu mereka.

Masyarakat yang tinggal dekat Pier 40 di Husdon River Park Manhattan, New York, menolak rencana pembangunan kompleks hiburan Cirque du Soleill senilai $625 juta yang diperkirakan akan menarik kedatangan pengunjung. Perhatikan apa yang dikatakan oleh salah seorang warga, “Kehidupan lingkungan di sini sedang dipertaruhkan”. Anggota dewan Park’s Trust berjuang keras bagaimana berurusan dengan keinginan mereka yang tinggal di sekitar tempat tersebut dan kebutuhan mencari dana untuk pemeliharaan daerah tersebut.

Perwakilan pelaku bisnis Inggris dan organisasi wisata serta sekretaris transportasi pemerintahan Inggris harus berhadapan dengan aktivis lingkungan hidup dan beberapa pejabat pemerintah terkait perlunya memperluas Heathrow, bandara paling sibuk di dunia. Para pendukung perluasan bandara ini mengatakn bahwa panjangnya antrean, kemacetan, dan meningkatnya waktu perjalanan dapat membuat para  pelancong beralih pada fasilitas lain. Hal ini tentu membahayakan pekerjaan ekspor, dan mengancam reputasi bandara sebagai gerbang utama Eropa. Sementara itu, para penentang ide ini mengatakan bahwa perluasan tersebut akan meningkatkan keributan, polusi, dan kerusakan pada lingkungan. Sekitar 700 rumah harus dihancurkan pada proses ini. Publik berada dalam posisi menang dan kalah.

Banyak contoh lainnya yang memperlihatkan bagaimana masyarakat sekitar bersatu meningkakan kualitas sekolah, keamanan, dan layanan masyarakat mereka serta bagaimana perusahaan dan organisasi lain berusaha menjangkau komunitas di luar mereka. Gerakan kembali ke kota berusaha memperbanyak jumlah penduduk di banyak daerah metropolitan, kota bisnis yang kembali menggeliat setelah beberapa tahun tidak aktif; masyarakat sekarang lebih melihat akar komunitas dan akar keluarga. Seperti yang disimpulkan Walikota Detroit Kwame F. Kilpatrick, “Jika Anda tidak memiliki kebanggaan sebagai anggota sebuah komunitas, jika Anda tidak memiliki kota yang aman dan bersih, maka Anda tidak memiliki kota berkelas dunia.”

Pelajaran yang dapat diambil oleh organisasi sebenarnya sangat sederhana: perhatian terhadap isu regional, nasional, dan internasioanl bisa mengambil alih perhatian Anda, tetapi jangan lupa rakyat di dekat Anda.  Pada masa lalu, program  community relations ditandai dengan istilah seperti “coporate citizenship” atau “good neighbor”. Kini, konsepnya adalah salah satu pilihan yang dipilih bersama oleh komunitas dan perusahaan untuk mencapai tujuan yang saling menguntungkan.

Saat ini perusahaan harus bisa bekerja sama sekaligus bersaing untuk mencapai keberhasilan. Sebuah organisasi menjadi bagian dari komunitas, menciptakan solusi saling menguntungkan (win-win solutions) yang menghasilkan garis dasar yang lebih sehat serta  membawa keuntungan bagi stakeholder dan masyarakat secara keseluruhan. Kunci bagi program community relations yang efektif adalah adanya tindakan yang positif dan bertanggung jawab secara sosial untuk membantu masyarakat sebagai bagian dari organisasi.

Community relations yang efektif bergantung pada pengenalan mengenai saling bergantungnya lembaga dan komunitas. Siklusnya bermula dari adanya orang  yang ingin tinggal dalam komunitas yang baik serta membawa bakat dan keterampilan mereka ke pasar tenaga kerja lokal. Perusahaan menyewa dan mempekerjakan karyawan tersebut sehingga membantu perusahaan memperoleh keuntungan. Perusahaan kemudian menggunakan sumber dayanya untuk memenuhi kebutuhan karyawan dan berusaha membuat komunitas tersebut sebagai tempat hidup yang lebih baik.

Perusahaan Motors Ford hanyalah satu contoh dari saling ketergantungan ini. Laporan corporate citizenship tahun 2001 mencatat bahwa di perusahaan tersebut, karyawan yang menjadi penggerak perusahaan juga menjadi penggerak utama bagi komunitasnya. Mereka hidup di masyarakat yang sama dengan masyarakat tempat perusahaan  beroperasi, dan banyak dari mereka adalah para investor Ford. Pihak yang termasuk sebagai konsumen dari perusahaan mobil ini adalah para karyawan, investor, mitra bisnis, serta anggota dari komunitas dan masyarakat setempat. Ford menganggap saling kebergantungan ini sebagai sebuah keuntungan: langkah-langkah yang mereka ambil dalam membangun hubungan lebih dalam dengan satu kelompok stakeholder dapat menghasilkan pengetahuan yang lebih luas dari kelompok stakeholder lainnya.

Semua jenis organisasi mempraktikkan community relations. Sekolah, gereja, rumah sakit, museum, serta kelompok seperti palang merah dan pramuka bergantung pada community relations seperti halnya bisnis bergantung pada pemasaran-sebagai alat utama yang bisa membuat “konsumen” tertarik. Penjara, basis militer, dan perguruan tinggi harus berjuang memperoleh penerimaan komunitas. Walaupun demikian, dengan pengecualian untuk kedermawanan perusahaan, secara umum proses community relations relative sama terlepas apakah organisasi tersebut mencari keuntungan  ataupun tidak.

Setiap komunitas memiliki saham penting dalam kestabilan ekonomi dan  kesejahteraan lembaganya. Setiap organisasi  memiliki saham penting dalam  kestabilan ekonomi dan kesejahteraan dari komunitas di mana organisasi berada. Oleh karena itu, cukup alamiah jika setiap organisasi dan komunitas membangun suasana saling berkepentingan dalam keberhasilan serta efektivitas masing-masing operasi. Spotlight 11.1 menguraikan lingkup keterlibatan Kodak dalam komunitas global di tempat perusahaan tersebut beroperasi. Lebih dari separuh penjualan perusahaan datang dari luar AS dan praktik community relations-nya mendukung inisiatif dalam meningkatkan kualitas kehidupan, keberagaman dan inklusivitas, akses teknologi, serta pendidikan bagi mereka yang tinggal di daerah.

Pada level paling minimal, organisasi berharap komunitas bisa memberikan layanan pemerintahan kota yang cukup, pajak yang adil, kondisi kehidupan yang layak untuk karyawan, suplai buruh yang baik, serta satu tingkat dukungan yang pantas untuk pabrik dan produknya. Selain pekerjaan, gaji, dan pajak, komunitas juga berharap dari lembaga mereka tampilan yang menarik, dukungan lembaga komunitas, stabilitas ekonomi, dan focus pada rasa bangga pada kampong halaman.

Community relations yang baik membantu mengamankan apa yang dibutuhkan organisasi dari komunitas dan membantu menyediakan apa yang diharapkan oleh komunitas. Lebih dari itu, community relations membantu melindungi investasi organisasi, meningkatkan penjualan produk dan saham, memperbaiki iklim operasional umum, serta mengurangi biaya yang berhubungan dengan badan pemerintah. Community relations yang positif bisa berdampak pada produktivitas pekerja ketika organisasi mensponsori program kesehatan dan pendidikan komunitas. Sikap komunitas yang menyenangkan juga akan memengaruhi sikap pekerja terhadap organisasi. Program community relations terbaik adalah program yang mengalir secara alamiah dari sumber-sumber organisasi.

Sumber buku :

(Public Relations Profesi dan Praktik, Dan Lattimore, Otis Baskin, Suzette T.Heiman, Elizabeth L.Toth. hal. 254-256 )

Continue Reading...
PHVsPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF9pbWFnZV8xPC9zdHJvbmc+IC0gL2ltYWdlcy9hZC5qcGc8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF9pbWFnZV8yPC9zdHJvbmc+IC0gL2ltYWdlcy9hZC5qcGc8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF9pbWFnZV8zPC9zdHJvbmc+IC0gL2ltYWdlcy9hZC5qcGc8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF9pbWFnZV80PC9zdHJvbmc+IC0gL2ltYWdlcy9hZC5qcGc8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF91cmxfMTwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly9leGFtcGxlLmNvbS9hZHMvYWQxX2Rlc3RpbmF0aW9uLmh0bWw8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF91cmxfMjwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly9leGFtcGxlLmNvbS9hZHMvYWQxX2Rlc3RpbmF0aW9uLmh0bWw8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF91cmxfMzwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly9leGFtcGxlLmNvbS9hZHMvYWQxX2Rlc3RpbmF0aW9uLmh0bWw8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF91cmxfNDwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly9leGFtcGxlLmNvbS9hZHMvYWQxX2Rlc3RpbmF0aW9uLmh0bWw8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hbHRfc3R5bGVzaGVldDwvc3Ryb25nPiAtIGJveGVkX2FtYmllbmNlX2JsdWUuY3NzPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYmlvPC9zdHJvbmc+IC0gPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fY29udGFjdG1lPC9zdHJvbmc+IC0gU2VsZWN0IGEgcGFnZTo8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jdXN0b21fY3NzPC9zdHJvbmc+IC0gPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fY3VzdG9tX2Zhdmljb248L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19mZWVkYnVybmVyX3VybDwvc3Ryb25nPiAtIDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2dvb2dsZV9hbmFseXRpY3M8L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19ncmF2YXRhcjwvc3Ryb25nPiAtIHRydWU8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19sb2dvPC9zdHJvbmc+IC0gPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fbWFudWFsPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tL3N1cHBvcnQvdGhlbWUtZG9jdW1lbnRhdGlvbi9hbWJpZW5jZS88L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19zaG9ydG5hbWU8L3N0cm9uZz4gLSB3b288L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb190ZXh0bG9nbzwvc3Ryb25nPiAtIHRydWU8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb190aGVtZW5hbWU8L3N0cm9uZz4gLSBBbWJpZW5jZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3R3aXR0ZXI8L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjwvdWw+